Monday, May 16, 2016

Fans AKB48 tubir JKT48 dan Fans JKT48, Ini Tanggapan NaKiYuVa

Terungkap Alasan Fans AKB48 Benci Dengan JKT48
Di sebuah grub Fans JKT48, sering terjadi keributan khususnya bagi grub yang sudah tidak keurus lagi oleh adminnya salah satunya JKT48 Indonesia. Banyak sekali saya (mimin) menemukan keributan antar fans 48 family di grub itu. Khususnya saya menyinggung akun FB yang mengaku fans AKB48, SNH48 dll selain FJKT48 yang selalu membuat keributan di grub itu dengan memposting postingan yang berbau mengadu domba antar fans JKT48 bahkan family lainnya sehingga kesannya FJKT48 terlihat emosional, mudah kepancing dll yang dikaitkan dengan wotalay "sebenernya Fans dari JKT48 itu bukan VVota, tapi Fans JKT48".

Selang sehari kemudian di grub yang "keurus" oleh admin (bukan grub yg sudah dibahas sebelumnya). Mimin menemukan postingan seperti gambar cover artikel ini. Kalimatnnya seperti ini (Mimin copas langsung): Baca deh biar nggak sala paham.
Jadi menurut saya sebagian fans dari AKB48/SNH48 membenci JKT48 karena artikel yang saya baca satu ini. Ini yang utama, kalau mau baca lebih lengkap tinggal baca sendiri artikelnya. mereka bukan sirik gara gara gak laku tau squint emotikon
‪#‎Bait‬

Dari kalimat dia diatas ada tulisan hashtag #Bait, maksudnya dia itu dia memancing. Ya kalau post seperti ini si mimin rasa biasa gak kayak post di grub yang mimin bahas di awal dan mimin tidak menemukan komentar sang TS untuk mencela atau menghina, tapi dia hanya membenarkan isi dari artikel itu atas pembelaan yang sudah dia post. Maksud mimin nulis ini mimin cuma mau menjawab dan menjabarkan pernyataan atau tulisan dari artikel itu yang berkaitan penilaian Fans AKB48 terhadap Fans JKT48 sehingga membenci dengan JKT48, berikut penjabarannya (Langsung mimin copas dari komen pada TS nya):

Saya jabarin, bahwa artikel itu hanya mengada-ngada cari sensasi.
1). Masalah Gravure
Jepang dan Indonesia mempunyai budaya yang berbeda. Disana bisa dibilang sudah berbudaya kebaratan, di Indonesia jelas (mayoritas) berbudaya ketimuran. Ok, fine di Jepang menganggap Gravure adalah Seni, ya bisa dilihat dari budaya mereka. Tapi yg jadi masalah "Gravure" di Indonesia = pornografi (gak semua), "ingat pornografi, bukan porno" karena porno itu ada 2, pornografi dan pornoaksi dan gak semua Gravure itu berbau pornografi. Lantas apa yg membuat Gravure itu dianggap pornografi? Kategori Gravure yang dianggap pornografi itu jika terlihat/kesannya menonjolkan kesan seksualitas/buka aurat. Karena gravure itu ada yg tertutup, gak semua Gravure itu pornografi. Foto member/ model hanya setengah badan memakai baju school sedang makan suatu makanan saja dikatakan gravure kok, begitu juga dengan JKT48 sering kok Gravure. Jadi yang jadi permasalahan itu gravure yang berkesan seksualitas/buka aurat dan kebanyakan semua mengetahui gravure itu yang hanya memakai bikini saja, padahal tidak seperti itu yang sudah dibahas sebelumnya. Jadi alangkah baiknya saling toleransi antar umat beragama di Indonesia, karena di Indonesia ada agama yang melarang itu, sebut saja Islam (Agama saya), jadi ya gak ada yg salah dong kalau Gravure itu = pornografi di Indonesia? (gak semua). Dan itu yang menjadi resiko budaya kebaratan masuk di Indonesia, dan ada RUU pornografinya juga lho smile emotikon. Bersyukur deh idola kita tidak gravure yang berbau pornografi smile emotikon. Masalah salkus? hanya fans yang mesum aja yang berfikiran seperti itu, dan juga fotografer yang mengambil gambar pas pada angle yang berbau salkus (entah disengaja atau tidak). Dan itu tuntutan pekerjaan yang berbau Jepang, tapi itu sepertinya sudah diminimalitsir dibandingkan dengan sister lainnya?
2). Masalah Fans
Artikel itu hanya menilai di ending/akhir nya aja (saya tidak menyalahkan sepenuhnya). Konsep idol grub itu dimulai dari 0. Artikel itu menilai mereka (fans) push oshinya dimulai dari 100% (sudah jadi seperti sekarang). Artikel itu hanya tau/menilai fans" baru yg bermunculan dan itu otodidak mereka menyukainya ya karena memang JKT48 sudah sangat terkenal tidak seperti dulu. Tapi lihat, JKT48 dari awal perjuangan mereka seperti apa? Dari fans hanya sedikit, mention boleh dibalas, tapi sekarang? fans sudah bejibun, apa perubahannya? (bisa kalian nilai sendiri). Jadi jangan menilai di endingnya saja, lihat dari awal mereka berjuang.
Hmbbb, memang benar sih fans sekarang kebanyakan seperti yang artikel itu utarakan, tapi dia gak lihat dulunya JKT48 itu seperti apa? Mereka/member JKT48 memulai dari 0 yang dulu di bawah bayang" sangat tenarnya GB/BB Korea, tapi sekarang?. Dan bisa juga kalian nilai atau lihat dari SSK 1-3 bahwa member gen 1 itu mendominasi papan atas. Kalau membahas masalah bakat, idol grub sepertinya bukan masalah bakat, tapi masalah bagaimana mereka bisa berubah "bagai bunga yang mekar secara perlahan" seperti lirik lagu Shonichi (Hari Pertama). Kita ambil saja contoh pernyataan Ve, dia itu dulu pemalu, tapi sekarang dia jadi gak pemalu dll. Kalau berbicara 100% JKT48 itu soal bakat mending ikut audisi pencarian bakat aja kalau emang itu beanr adanya. Kalian lihat Vanka, Dena, Sisil? mereka itu dari Trainee gen 2, tapi lihat di SSK kemarin? apakah itu menandakan fans di Indo hanya menilai dari tampang, member yg teratas, bakat dll yg disebutkan di artikel itu? (Gak semua). Sekali lagi, JKT48 berdiri itu: "Sebagai wadah bagi Perempuan Indonesia guna mewujudkan impian mereka dan dengan dukungan para pengemar JKT48 akan semakin tinggi dan dikenal di seluruh dunia dan semuanya berawal dari Jakarta" So? dari sekian banyak yang daftar audisi dan yang keterima itu adalah impian mereka berada di JKT48 dan JKT48 itu adalah tempat untuk belajar, bukan untuk ajang unjuk bakat smile emotikon dan semua usaha mereka dinilai oleh fans JKT48, bukan VVota...!
Karena JKT48 itu tumbuh dan berkembang bersama Fans, bukan VVota smile emotikon
#KalemAjaNgidolTerus
#NaKiYuVa

0 komentar:

Post a Comment